Surabaya, SuaraRakyat62.com – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menegaskan komitmennya berpihak pada petani sebagai penyangga utama kedaulatan bangsa. Komitmen itu ditegaskan lewat seruan “kembali ke sawah” yang menekankan pentingnya peran petani sebagai penyedia pangan dan penopang kehidupan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Fraksi PDIP Jatim Tegas: Tanpa Petani Tak Ada Pangan, Alih Fungsi Lahan Harus Dihentikan

Anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim, Hari Yulianto, mengingatkan bahwa pangan adalah kebutuhan dasar bangsa yang sepenuhnya bergantung pada petani. Namun, kondisi petani kini kian terhimpit oleh menyempitnya lahan pertanian, keterbatasan pupuk, hingga harga jual hasil panen yang merugikan.

“Alih fungsi lahan di Jawa Timur sudah mencapai 1.100 hektare per tahun. Jika tidak dihentikan, krisis pangan hanya tinggal menunggu waktu,” tegas Hari, Rabu (24/9/2025).

Data Dinas Pertanian Jatim mencatat, dari 7,46 juta hektare lahan pertanian, 659.200 hektare sudah beralih fungsi. Padahal Jatim dikenal sebagai lumbung beras nasional.

Menurut Hari, Perda No. 12 Tahun 2015 tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) harus benar-benar ditegakkan. Saat ini, baru 16 dari 38 kabupaten/kota yang menindaklanjutinya. “Tanpa pengawasan ketat, perda ini hanya jadi dokumen,” kritiknya.

Fraksi PDIP menegaskan tiga langkah mendesak:

  1. Pemprov Jatim harus menindak tegas daerah yang lamban melaksanakan perda.
  2. Memberi insentif kepada daerah yang progresif melindungi lahan.
  3. Menjamin akses petani terhadap pupuk, alat pertanian, dan harga jual panen yang layak.

“Selama petani masih sulit pupuk dan hasil panen tidak terserap dengan harga pantas, pembangunan belum bisa disebut berhasil. Kesejahteraan petani adalah ukuran keberhasilan bangsa,” pungkas legislator asal Sidoarjo itu.

Fraksi PDIP menegaskan akan terus hadir di tengah-tengah petani, mendengar keluh kesah mereka, sekaligus memperjuangkannya di parlemen.

“Petani bukan objek, melainkan subjek utama pembangunan bangsa. Kami akan terus membersamai petani agar mereka sejahtera, karena dari tangan petani lah kedaulatan pangan dan masa depan bangsa ditentukan,” tutup Hari.

 

Penulis; Suliani