SUARARAKYAT62, Trenggalek – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Trenggalek dipastikan bukan sekadar kegiatan seremonial. Satuan Tugas (Satgas) MBG menegaskan, dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bekerja asal-asalan dan melanggar aturan siap-siap dihentikan sementara, Selasa(14/4/2026).

Peringatan keras ini disampaikan Wakil Ketua Satgas MBG Trenggalek, Sunarto. Ia menegaskan bahwa standar dalam program MBG bersifat wajib dan harus terus ditingkatkan, bukan sekadar dipenuhi di awal pelaksanaan.
“SPPG ini harus semakin lama semakin dituntut kualitasnya, baik dari sarana prasarana, SDM, hingga pengelolaan makanan,” ujarnya.
Pengawasan terhadap pelaksanaan MBG dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya oleh Satgas, tetapi juga melibatkan masyarakat dan instansi terkait. Setiap pelanggaran, sekecil apa pun, akan langsung ditindak.
Mulai dari kelalaian dalam kebersihan, kekurangan fasilitas, hingga pengelolaan makanan yang tidak sesuai standar, semuanya akan mendapat peringatan tegas.
“Setiap penyimpangan akan menjadi perhatian dan diberikan peringatan,” tegas Sunarto.
Satgas menegaskan, peringatan bukan sekadar formalitas. Jika pengelola SPPG tidak segera melakukan perbaikan, maka sanksi tegas akan dijatuhkan oleh Badan Gizi Nasional.
Sanksi tersebut berupa penghentian sementara operasional atau suspend hingga seluruh pelanggaran diperbaiki.
“Kalau tidak ditindaklanjuti, akan ada langkah konkret, salah satunya disuspend,” katanya.
Sunarto juga menyoroti sejumlah aspek krusial yang wajib dipenuhi oleh setiap pengelola dapur MBG, di antaranya:
Perizinan lengkap
Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)
Kualitas SDM
Penerapan SOP yang ketat
Mutu bahan makanan
Ia mengingatkan, penggunaan bahan makanan yang tidak layak adalah pelanggaran serius yang bisa membahayakan penerima manfaat.
“Jangan sampai tahu bahan bermasalah tapi tetap digunakan. Itu sangat berisiko,” ujarnya.
Bukan Sekadar Program Gratis
Lebih dari sekadar bantuan sosial, program MBG disebut sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Karena itu, seluruh penyelenggara diminta bekerja profesional dan penuh tanggung jawab.
“Semangatnya adalah meningkatkan kualitas SDM ke depan. Maka kualitas penyedia juga harus meningkat,” pungkasnya.
Pesan ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pengelola dapur MBG di Trenggalek: program boleh gratis, tapi kualitas tidak boleh murahan.
(**)




