Rokan Hulu, SuaraRakyat62.com – 
Kebutuhan dasar akan air bersih masih menjadi persoalan serius bagi warga Desa Sei Kuning, Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu. Program Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) yang seharusnya menjadi solusi, justru menuai keluhan warga karena dinilai tidak memberikan dampak nyata.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Krisis Air Bersih di Sei Kuning: Program Pamsimas Dinilai Gagal

Pada Sabtu (19/7/2025), warga menyuarakan kekecewaan mereka terhadap kondisi Pamsimas KM6 yang tidak berfungsi optimal. Fasilitas penyaluran air bersih yang dibangun di desa itu dinilai tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah, baik dari tingkat desa maupun kabupaten.

“Mohonlah kepada pemerintah, khususnya Kepala Desa Sei Kuning, agar memperhatikan masalah air bersih ini. Sesuai janji beliau sebelum jadi kepala desa,” ujar salah satu warga yang ditemui saat sedang mencuci pakaian di sumber mata air alami sejauh 1,5 kilometer dari permukiman.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi yang sangat memprihatinkan. Warga harus menempuh perjalanan jauh melewati jalan berbatu dan berdebu, menggunakan sepeda motor sambil membawa jirigen air. Pemandangan seperti ini memperlihatkan betapa beratnya akses terhadap air bersih yang layak di desa tersebut.

Lebih parah lagi, bendungan Pamsimas hanya dibangun dari tumpukan pasir yang dikarungi dalam goni. Saat ini, struktur tersebut sudah rusak dan berantakan. Sebelumnya, bendungan itu sempat diperbaiki oleh alat berat milik PT. SAI, namun kini warga terpaksa bergotong royong memperbaikinya kembali dengan alat seadanya.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan secara serius untuk memperbaiki dan mengoptimalkan fasilitas air bersih di Desa Sei Kuning. Air bersih adalah hak dasar warga negara, dan pemerintah wajib hadir menjamin pemenuhannya.

 

 

Pewarta ; Esra