Trenggalek, SuaraRakyat62.com – Bupati Mochamad Nur Arifin memastikan arah pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Trenggalek telah selaras dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto, termasuk gagasan strategis program gentengisasi yang ditekankan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas).

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Mas Ipin Tegaskan Pembangunan Trenggalek Sejalan Arahan Presiden Prabowo

Bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu menyampaikan rasa lega sekaligus optimisme, karena berbagai program prioritas daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) maupun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) telah sejalan dengan arah kebijakan pembangunan nasional.

“Saya sangat senang sekali hasilnya positif. Apa yang disampaikan Pak Presiden sudah kita respons dengan serius, bahkan sebagian besar sudah kita rencanakan dan jalankan di Trenggalek,” ujar Mas Ipin, Minggu (8/2/2026).

Salah satu arahan Presiden Prabowo yang mendapat perhatian khusus adalah gerakan gentengisasi. Program ini dipandang Mas Ipin sebagai bagian dari visi besar Indonesia Asri, yang bertujuan menata wajah kota agar lebih rapi, bersih, indah, dan nyaman bagi masyarakat.

Menurutnya, gentengisasi bukan sekadar pembangunan fisik semata, tetapi juga menyangkut aspek estetika kota, kualitas lingkungan hidup, serta daya tarik wilayah. Penataan lingkungan yang baik dinilai menjadi modal penting dalam mengembangkan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah dan penciptaan lapangan kerja.

“Kota yang bersih, tertata, dan menarik adalah prasyarat utama agar potensi pariwisata bisa tumbuh secara optimal dan berkelanjutan,” tegas bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Trenggalek tersebut.

Mas Ipin menegaskan, arah kebijakan itu selaras dengan konsep pembangunan Trenggalek sebagai kota atraktif yang selama ini menjadi fokus pemerintah daerah. Konsep tersebut tidak hanya diwujudkan melalui penataan kawasan dan infrastruktur, tetapi juga melalui pembangunan karakter serta peningkatan kesadaran lingkungan masyarakat.

Salah satu implementasi nyata adalah pendidikan lingkungan sejak dini melalui program “sangu sampah”. Program ini mendorong anak-anak untuk memilah sampah dari rumah, membawanya ke sekolah, dan menukarkannya dengan nilai ekonomi. Selain mendidik disiplin dan tanggung jawab, program ini juga menanamkan kesadaran bahwa sampah memiliki nilai jika dikelola dengan baik.

“Ini sudah sesuai dengan RPJMD kita yang berbicara tentang kota atraktif. Bagaimana kita mendidik anak sejak kecil agar peduli lingkungan melalui program ‘sangu sampah’,” jelas Mas Ipin yang juga menjabat Wakil Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia.

Selain gentengisasi, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya gerakan korve atau kerja bakti, serta peran aktif pemerintah daerah dalam membina satuan pendidikan mulai dari tingkat SD hingga SMA untuk menumbuhkan budaya bersih dan cinta lingkungan.

Mas Ipin menyebut, semangat tersebut sejatinya telah lama diterapkan di Trenggalek. Masyarakat tidak hanya diajak bergotong royong membersihkan lingkungan, tetapi juga didorong untuk memilah sampah, mengelolanya secara mandiri, serta memahami nilai ekonomi dari pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Mas Ipin menegaskan, hasil Rakornas semakin menguatkan keyakinan Pemerintah Kabupaten Trenggalek bahwa arah pembangunan yang ditempuh sudah berada di jalur yang tepat. Dengan sinergi antara kebijakan pusat dan daerah, ia optimistis Trenggalek mampu tumbuh sebagai daerah yang bersih, atraktif, berdaya saing, serta berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.

 

(Yoyok)