Jakarta, SuaraRakyat62.com – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Prof. Dr. Megawati Soekarnoputri, menegaskan bahwa politik harus dijalankan sebagai alat pengabdian kepada rakyat, bukan semata-mata untuk mengejar jabatan, kekuasaan, atau popularitas.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Megawati Tegaskan Politik Harus Jadi Alat Pengabdian, Bukan Sekadar Jabatan

Penegasan tersebut disampaikan Megawati dalam pidato politiknya pada peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan sekaligus pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Tahun 2026 yang digelar di Jakarta, Sabtu (10/1/2026).

Dalam pidatonya, Megawati menekankan bahwa politik sejatinya merupakan tanggung jawab moral dan sejarah. Menurutnya, setiap kader PDI Perjuangan harus memaknai aktivitas politik sebagai bentuk pengabdian kepada rakyat, bukan sekadar sarana meraih kekuasaan pribadi.

“Seorang pejuang sejati tidak mengejar popularitas, melainkan tanggung jawab; tidak mencari pujian, melainkan pengabdian,” ujar Megawati di hadapan ribuan kader.

Megawati mengingatkan bahwa politik yang kehilangan dimensi moral akan menjauh dari rakyat dan melupakan tujuan utamanya, yakni memperjuangkan kesejahteraan bersama. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya mengembalikan politik pada nilai-nilai gotong royong, kejujuran, dan keberpihakan kepada rakyat kecil.

Lebih lanjut, Megawati juga menegaskan bahwa keberhasilan seorang kader tidak diukur dari banyaknya jabatan yang pernah diduduki, melainkan dari sikap dan keberpihakannya ketika menghadapi persoalan bangsa.

“Sejarah tidak akan bertanya berapa jabatan yang pernah kalian duduki. Sejarah akan bertanya, di pihak siapa kalian berdiri ketika kebenaran diuji,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Megawati menyerukan agar seluruh kader PDI Perjuangan menjalankan politik dengan kesadaran ideologis serta tanggung jawab jangka panjang. Politik, menurutnya, harus menjadi sarana pengabdian kepada rakyat sekaligus upaya menjaga marwah demokrasi dan nilai-nilai Pancasila.

Rakernas I PDI Perjuangan Tahun 2026 digelar di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara, dan berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Januari 2026. Rakernas ini mengusung tema “Satyam Eva Jayate” dengan subtema “Di Sanalah Aku Berdiri, Untuk Selama-lamanya.”

Melalui Rakernas ini, PDI Perjuangan meneguhkan kembali komitmennya sebagai partai ideologis yang berpihak kepada rakyat. Pesan Megawati menjadi pengingat bagi seluruh kader bahwa kekuatan sejati politik bukan terletak pada jabatan, melainkan pada konsistensi pengabdian, keberanian membela kebenaran, dan kesetiaan pada cita-cita perjuangan bangsa.

 

 

Editor; Achmad

Sumber; PDI Perjuangan