Scroll Untuk Lanjut Membaca
Penggerebekan Kos di Pasuruan Dini Hari, Diduga Ada Permintaan Uang Usai Pemeriksaan Judi Online

PASURUAN | SUARARAKYAT62.COM

Sebuah penggerebekan yang dilakukan aparat pada sebuah rumah kos di wilayah Kota Pasuruan pada Jumat (13/3) dini hari menimbulkan tanda tanya di kalangan penghuni kos.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sejumlah anggota dari Kepolisian Negara Republik Indonesia diduga melakukan pemeriksaan di salah satu halaman kos milik Aris Budi di wilayah Kota Pasuruan dengan alasan pengecekan terkait dugaan aktivitas judi online.

Dalam penggerebekan tersebut, 3 laki-laki yang berada diarea kos sempat diminta menunjukkan telepon genggam mereka untuk diperiksa secara terpisah.

Salah satu tamu kos mengaku sempat diperiksa karena di ponselnya pernah terdapat aplikasi permainan yang berkaitan dengan judi online. Namun saat dilakukan pemeriksaan, yang bersangkutan mengaku tidak sedang bermain judi online.

“HP saya diperiksa, memang pernah ada aplikasi permainan itu. Tapi waktu diperiksa saya tidak sedang bermain,” ujar AGS salah satu tamu penghuni kos warga Desa Kawisrejo, Kecamatan Rejoso.

Menurut keterangan yang dihimpun dari sejumlah sumber di lokasi, setelah pemeriksaan tersebut tamu kos akhirnya diperbolehkan pulang, setelah menjalani pemeriksaan di Mapolsek Purworejo.

Dari pengakuan AGS, sebelum pulang di video dan didekte dengan menyatakan dalam penyidikan tidak ditemukan bukti aktivitas judi online, tidak ada biaya dan tidak ada pemaksaan dari pihak manapun.

Namun beredar informasi bahwa tamu kos tersebut diduga diminta menyerahkan sejumlah uang sebelum diperbolehkan meninggalkan Mapolsek. Dugaan ini kini menjadi perbincangan di kalangan warga sekitar.

Jika informasi tersebut benar, praktik tersebut tentu menjadi perhatian serius karena penanganan dugaan tindak pidana seharusnya dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polsek Purworejo Polres Pasuruan Kota belum memberikan keterangan resmi terkait penggerebekan yang terjadi di rumah kos tersebut.

Masyarakat pun berharap adanya klarifikasi dari pihak kepolisian agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah publik.

(Tim Investigasi SuaraRakyat)