Jakarta, SuaraRakyat62.com – Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan, driver ojek online (ojol) yang tewas akibat terlindas kendaraan taktis (Rantis) Barakuda milik Brimob saat aksi demonstrasi di Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Puan Maharani Desak Polisi Transparan Usut Tuntas Insiden Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob

Puan menegaskan, peristiwa memilukan ini harus diusut tuntas dengan proses yang transparan dan akuntabel.

“Duka cita mendalam atas jatuhnya korban meninggal dunia dalam demo semalam, secara khusus bagi driver ojek online bernama Affan Kurniawan. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT. Tentunya polisi harus bisa mengusut tuntas insiden memilukan ini, dan harus dilakukan secara transparan,” ujar Puan di Jakarta, Jumat (29/8/2025).

Diketahui, selain menewaskan Affan Kurniawan, insiden ini juga menyebabkan seorang driver ojol lain bernama Moh Umar Amarudin mengalami luka.

Pasca kejadian, tujuh anggota polisi ditangkap dan kini menjalani pemeriksaan internal di Divpropam Mabes Polri serta Propam Mako Brimob. Mereka adalah Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga telah menyampaikan permintaan maaf resmi kepada keluarga korban dan berjanji mengusut kasus ini secara terbuka.

Puan menekankan bahwa negara wajib hadir memberikan perlindungan penuh bagi korban dan keluarga.

“Korban-korban yang terluka saat aksi demo kemarin harus diberikan perlindungan sebaik-baiknya, dirawat hingga sembuh,” tegasnya.

Terkait aksi unjuk rasa, Puan menegaskan DPR tetap mendengarkan aspirasi masyarakat. Ia meminta agar masyarakat menyampaikan pendapat secara damai, sementara aparat kepolisian wajib mengamankan aksi sesuai prosedur tanpa tindakan berlebihan.

“DPR mendengarkan dan memahami aspirasi masyarakat. Semua tentu akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang ada. Namun aparat keamanan jangan sampai bertindak melampaui SOP, apalagi sampai melukai rakyat,” pungkasnya.

Insiden tragis ini mendapat sorotan publik luas dan diharapkan menjadi momentum bagi aparat penegak hukum untuk membenahi prosedur pengamanan aksi massa agar tidak lagi memakan korban jiwa.

 

 

Editor; Achmad

Sumber ; PDI Perjuangan