Kajian&Opini – SuaraRakyat62.com

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Referendum Berdarah Timor Timur: Peran Brimob yang Disembunyikan Kini Terungkap Lewat Buku

Jakarta – Sebuah catatan penting sejarah penugasan pasukan elite kepolisian akhirnya dituangkan dalam bentuk buku. Brigadir Jenderal Polisi Harry Kurniawan, S.I.K., M.H., resmi meluncurkan buku berjudul “Brimob Penjaga Negeri”—sebuah karya yang menyingkap kiprah heroik Korps Brimob Polri dalam menjaga stabilitas nasional, khususnya di Timor Timur menjelang dan pasca-referendum 1998–1999.

Buku ini mengangkat sisi yang jarang diungkap publik: keterlibatan “spesial” Brimob dalam tim elite gabungan TNI–Polri saat Indonesia berada di ambang perpecahan wilayah. Brigjen Pol. Harry menjelaskan, untuk pertama dan terakhir kalinya, Brimob mendapat kepercayaan langsung dari Danjen Kopassus saat itu—Prabowo Subianto—yang kini menjabat Presiden RI, untuk bergabung dalam tim elit bernama Kompi Pemburu Rajawali IV.

“Ini bukan sekadar penugasan biasa. Ini adalah bentuk pengakuan negara terhadap kapasitas Brimob sejajar dengan pasukan elite TNI seperti Kopassus, Marinir, dan Paskhas,” tegas Brigjen Harry saat peluncuran bukunya.

Kompi Pemburu Rajawali IV dibentuk dalam konteks kerusuhan dan instabilitas menjelang jajak pendapat kemerdekaan Timor Timur. Pasukan elite ini menjalankan misi-misi senyap dengan tingkat risiko tinggi. Keterlibatan Brimob, menurut Brigjen Harry, merupakan bukti bahwa Polri—melalui Brimob—memiliki kemampuan tempur dan taktis yang dapat diandalkan dalam operasi lintas institusi.

“Melalui buku ini, saya ingin masyarakat tahu bahwa Brimob tidak hanya bergerak di huru-hara dan pengamanan dalam negeri, tapi pernah masuk dalam catatan sejarah sebagai garda depan stabilitas negara,” ujarnya.

Peluncuran buku “Brimob Penjaga Negeri” menjadi penting, bukan hanya sebagai dokumentasi sejarah, tetapi juga sebagai refleksi kebijakan keamanan nasional. Buku ini mengupas tantangan geopolitik, dilema etik di lapangan, hingga kisah-kisah personal para personel Brimob yang bertugas di daerah konflik.

Bagi para akademisi, peneliti militer, maupun masyarakat umum, buku ini menyajikan perspektif otentik dari aktor langsung yang terlibat dalam sejarah keamanan nasional.


Penulis : Brigadir Jenderal Polisi Harry Kurniawan, S.I.K., M.H

Editor : SuaraRakyat62.com