Scroll Untuk Lanjut Membaca
Rehab Puskesmas Pasrepan Diduga Asal, Tanpa Molen dan APD

PASURUAN, SUARARAKYAT62.COM

Proyek rehabilitasi Puskesmas Pasrepan menuai sorotan publik. Pasalnya, sejak awal pelaksanaan, pihak kontraktor tidak menggunakan alat bantu kerja berupa molen serta tidak menyediakan alat pelindung diri (APD) atau K3 bagi para pekerja, Kamis (18/9).

Rehab senilai lebih dari Rp800 juta ini bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan. Pekerjaan ditangani CV. Tirtoyoso dengan pengawasan dari CV. Karya Mandiri.

“Patut disayangkan, proyek dengan anggaran sebesar itu dikerjakan tanpa mengacu pada ketentuan pelaksanaan. Ini jelas menunjukkan ketidakprofesionalan kerja. Dari sisi kualitas, hasil pembangunan tentu jauh dari harapan. Contoh kecil, pada begel kolom cor jaraknya tidak ideal. Seharusnya 10–20 cm, tapi di lapangan kami temui jarak mencapai 25 cm,” ujar FI, tim media Suararakyat62.com saat melakukan investigasi di lokasi.

Masyarakat berharap agar pihak terkait meningkatkan pengawasan, sekaligus membuka ruang bagi publik untuk ikut memantau setiap pembangunan yang tengah gencar dilakukan di Kabupaten Pasuruan.

Penulis: Abdul Khalim