SUARARAKYAT62, MALANG KOTA – Satreskrim Polresta Malang Kota terus mendalami kasus penusukan terhadap seorang petugas keamanan perumahan di wilayah Kedungkandang, Kota Malang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Sudah Kantongi Identitas, Satreskrim Polresta Malang Kota Buru Pelaku Penusukan Satpam Perumahan

Hingga berita ini diturunkan, Satreskrim sudah mengantongi identitas terduga pelaku dan saat ini masih melakukan pengejaran untuk mengungkap secara tuntas rangkaian peristiwa yang diduga berawal dari aksi pencurian material bangunan.

Usai konferensi pers (Senin, 11/05/2026), Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Rahmad Aji Prabowo, masih didampingi Kasi Humas Ipda Lukman, menegaskan bahwa penyidik terus dilakukan dengan kolaborasi dengan jajaran terkait untuk melacak keberadaan pelaku.

Meski identitasnya telah diketahui, pelaku tidak berada di rumah saat petugas mendatangi alamat yang bersangkutan.

“Kami terus melakukan penyelidikan keberadaan pelaku. Identitasnya sudah kami kantongi, namun saat mendatangi ke alamatnya, yang bersangkutan tidak ada di tempat. Saat ini dalam pencarian,” ujar AKP Aji. (Senin, 11/05/2026),

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menemukan dugaan kuat bahwa sebelum terjadi penusukan, pelaku terlebih dahulu mengambil sejumlah material bangunan dari kawasan perumahan.

Barang-barang yang telah teridentifikasi antara lain usuk dan galvalum. Laporan pencurian tersebut telah tercatat di Polsek Kedungkandang dan kini menjadi bagian penting dari proses penyidikan.

AKP Aji menjelaskan, kejadian bermula ketika warga sekitar mencurigai dua orang yang membawa material bangunan pada malam hari.

Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada petugas keamanan perumahan yang sedang berjaga.

“Warga merasa curiga karena pelaku membawa barang pada malam hari. Informasi itu disampaikan kepada korban yang saat itu bertugas sebagai petugas keamanan. Korban kemudian mendatangi pelaku yang sedang berhenti di bawah flyover Kedungkandang,” jelasnya.

Saat korban menegur dan mempertanyakan barang yang dibawa, terjadi adu mulut. Situasi tersebut memicu salah satu pelaku melakukan penusukan diperut korban hingga mengalami luka dan pelaku melarikan diri dari lokasi kejadian.

Kita ketahui bahwa korban mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang akibat luka tusuk, Namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia (Minggu, 10/5/2026).

Penyidik menduga aksi tersebut dilakukan oleh dua orang. Namun, polisi masih mendalami apakah keduanya merupakan bagian dari kelompok pencurian terorganisir atau hanya pelaku yang beraksi secara sporadis.

“Kami menduga ada dua orang yang terlibat. saat ini masih proses pendalaman apakah mereka merupakan bagian dari sindikat atau pelaku yang bertindak sendiri,” tegas AKP Aji.

Untuk kepentingan penyelidikan, identitas terduga pelaku belum bisa dipublis mengingat Kepolisian memastikan seluruh fakta terverifikasi secara akurat agar proses hukum berjalan objektif dan tidak menimbulkan kesimpulan prematur.

Polresta Malang Kota terus berkomitmen menuntaskan kasus ini secepat mungkin. Penyelidikan dilakukan secara menyeluruh agar pelaku segera tertangkap, mengingat korbannya adalah petugas keamanan lingkungan yang turut berperan menjaga ketertiban di lingkungan masyarakat.(nyak)