SUARARAKYAT62, MALANG – Kabupaten Malang resmi go internasional. Senin (11/5/2026), Pemkab Malang dan Green Blue Consortium asal Korea Selatan meneken kerja sama strategis _Smart City_ berbasis AI dan _Digital Twin_ di Peringgitan Pendopo Kabupaten Malang.

Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M. didampingi Sekda Dr. Ir. Budiar Anwar, http://M.Si. menerima 8 delegasi Green Blue Consortium. Pertemuan dihadiri seluruh Kepala Perangkat Daerah dan Ketua HIPMI Kabupaten Malang.

Bupati Sanusi menyebut terpilihnya Malang sebagai kehormatan sekaligus tantangan. “Atas nama pemerintah dan masyarakat, terima kasih. Dipilihnya Malang untuk proyek demonstrasi ini membanggakan,” ujarnya.
Malang dipilih karena skala wilayahnya ideal: luas 3.530 km², 33 kecamatan, 378 desa, 12 kelurahan, dengan 2,7 juta penduduk. “Malang representasi kabupaten besar di Indonesia. Jika berhasil di sini, bisa direplikasi nasional,” tegas Sanusi.
Ia optimistis teknologi ini mempercepat pelayanan publik. “Harapannya layanan lebih cepat, keamanan terjamin, mobilitas warga efektif,” tambahnya.
Proyek ini mengusung sistem monitoring terintegrasi berbasis _KNPU_ dengan 3 teknologi utama:
1. Artificial Intelligence (AI)
AI akan olah _big data_ pemerintahan. Ribuan aduan warga dari medsos, LAPOR!, hingga RT/RW dianalisis dalam menit untuk jadi rekomendasi kebijakan. “Tidak ada lagi kebijakan telat karena rekap manual,” kata Sanusi.
2. Digital Twin
Kabupaten Malang dibuatkan “kembaran digital”. Pemkab bisa simulasi kebijakan sebelum dieksekusi. Contoh: simulasi dampak jembatan baru di Wagir, atau simulasi jalur evakuasi banjir lahar dingin Semeru di Pronojiwo dan Ampelgading.
3. Intelligent Traffic Management System (ITMS)
Atasi macet dengan sensor dan kamera AI di titik krusial: simpang tiga Pasar Kepanjen, Pasar Lawang, pertigaan Karanglo Singosari. Lampu lalin berubah otomatis sesuai kepadatan _real-time_, bukan timer.
“Kami yakin inovasi ini tingkatkan efisiensi operasional, kualitas layanan, dan kebijakan berbasis data akurat _real-time_,” ujar Sanusi.
Proyek ini disinergikan dengan Kemenkominfo dan KLH agar selaras peta jalan _Smart City Indonesia 2045_. “Ini investasi jangka panjang. Anak cucu kita yang menikmati Malang lebih tertata, aman, nyaman,” imbuh Sekda Budiar Anwar.
Bupati Sanusi instruksikan seluruh OPD kawal total proyek. “Dukung penuh, koordinasi efektif. Kawal dari paparan teknis, _masterplan_, sampai survei lapangan. Hilangkan ego sektoral. Ini kerja tim untuk nama baik Malang,” tandasnya.
Pekan depan, delegasi Green Blue Consortium kembali untuk survei lapangan ke Command Center, titik macet, dan wilayah rawan bencana sebagai sampel awal.
Jika sukses, Kabupaten Malang jadi rujukan nasional penerapan _smart city_ tingkat kabupaten(nyak ila)




