Kota Pasuruan, SuaraRakyat62.com – Pemerintah Kota Pasuruan melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) menggelar Lomba Dolanan Anak Tradisional Tingkat SMP se-Kota Pasuruan sebagai upaya melestarikan warisan budaya di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Krampyangan, Sabtu (1/8/2026), diikuti perwakilan siswa-siswi SMP dari berbagai sekolah di Kota Pasuruan. Suasana berlangsung meriah dengan antusiasme para peserta yang mengikuti berbagai permainan tradisional secara sportif dan penuh semangat.
Acara tersebut dihadiri Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, Wakil Wali Kota M. Nawawi, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah, para asisten, serta sejumlah kepala perangkat daerah. Sebagai simbol dimulainya perlombaan, Wali Kota bersama jajaran pejabat turut mencoba permainan terompa panjang, yang disambut tepuk tangan para peserta dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Pasuruan yang akrab disapa Mas Adi mengatakan bahwa lomba dolanan tradisional menjadi sarana untuk mengenalkan kembali permainan khas Nusantara kepada generasi muda yang kini lebih akrab dengan gawai dan permainan berbasis digital.
“Pada kesempatan pagi hari ini, seluruh siswa SMP se-Kota Pasuruan difasilitasi mengikuti lomba dolanan anak tradisional. Permainan seperti ini mungkin sudah tidak begitu familiar bagi anak-anak masa kini karena mereka lebih banyak disibukkan dengan permainan berbasis teknologi, terutama game,” ujar Mas Adi.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Pasuruan berkomitmen menjaga dan melestarikan budaya yang diwariskan para leluhur. Menurutnya, dolanan tradisional tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang mengajarkan nilai kebersamaan, sportivitas, kerja sama, dan pembentukan karakter.
“Permainan tradisional merupakan bagian dari identitas budaya bangsa. Di dalamnya terkandung nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, disiplin, dan kejujuran yang penting ditanamkan kepada generasi muda sejak dini,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Disparpora Kota Pasuruan, Dyah Ermitasari, mengatakan bahwa penyelenggaraan lomba ini merupakan salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga eksistensi permainan tradisional agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi para pelajar dari berbagai sekolah untuk membangun interaksi positif, memperluas pertemanan, serta mempererat tali persaudaraan.
“Selain sebagai upaya melestarikan budaya lewat permainan tradisional, lomba ini menjadi momentum bagi para siswa SMP dari berbagai sekolah untuk saling bersilaturahmi, berkenalan, dan mempererat persaudaraan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Pasuruan berharap generasi muda semakin mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya lokal. Nilai-nilai sportivitas, gotong royong, kebersamaan, serta rasa saling menghormati yang terkandung dalam dolanan tradisional diharapkan dapat diterapkan para pelajar dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
(Yus)




