Kota Pasuruan, Suararakyat62.com –Kegiatan Uri-Uri Budaya yang diselenggarakan pada hari kamis malam ( 22- Mei- 2025 ) di Lapangan Mancilan, Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, menuai keprihatinan dari berbagai kalangan masyarakat, tokoh, dan pemerhati kebudayaan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya antusiasme dari para tamu undangan yang diundang, termasuk pejabat pemerintah kota dan elit politik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Uri-Uri Budoyo Sepi Undangan, Pemerintah dan Elit Kota Dinilai Abai Terhadap Budaya Sendiri

Menurut M. Saiful, Ketua Umum LSM MBARA dan juga panitia pelaksana kegiatan, undangan telah disebarkan jauh hari sebelumnya kepada berbagai pihak, termasuk senior-senior tokoh kebudayaan, pejabat pemerintah kota, dan elit politik. Namun, hasilnya tidak sesuai dengan harapan.

“Kami kecewa dan ini merupakan preseden buruk atas kurangnya antusiasme dalam mendukung kegiatan tradisi, nilai-nilai luhur, dan kearifan lokal,” ungkap M. Saiful.

Sementara itu, Rachmat menilai bahwa budaya yang dimiliki dan dihidupi bersama secara turun-temurun oleh kelompok masyarakat dalam suatu bangsa ini merupakan suatu kebudayaan yang harus dapat kita maknai bersama sebagai identitas kolektif atau jati diri suatu bangsa. Pentingnya melestarikan kebudayaan yang ada adalah untuk tetap menjaga identitas budaya dan adat agar tidak hilang dan terus dilestarikan.

Kegiatan Uri-Uri Budaya seperti ini setidaknya dapat mencegah degradasi hilangnya nilai budaya dan adat yang dapat menyebabkan degradasi nilai-nilai luhur yang ada. Dengan demikian, kita dapat menghormati keragaman budaya dan adat dari seluruh wilayah yang ada di Kota Pasuruan.

“Perlu kita ingat bersama bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang berpegang teguh pada adat dan budayanya,” tegas Rachmat.

Dalam konteks ini, kebudayaan dan adat merupakan fondasi identitas secara nasional dan karakter suatu daerah, sehingga dapat menjadi landasan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kebudayaan memiliki peran dan fungsi yang sentral dan sangat mendasar sebagai landasan utama dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu menjadikan kegiatan seperti ini sebagai modal untuk menaikkan citra Kota Pasuruan di mata luas sekaligus nilai-nilai fundamental yang berfungsi merekatkan persatuan. Dengan demikian, kita dapat membentuk ideologi kita, yaitu Pancasila yang secara umum dibangun atas nilai-nilai luhur yang telah mengakar dan membudaya di masyarakat.


Pewarta ; Moel