Jember, SuaraRakyat62.com – Kepala Desa Karangsono Kecamatan Bangsalsari Jember Arul Fatah diduga kuat telah memalsukan tanda tangan sejumlah pengurus Badan Perwakilan Desa (BPD), dengan tujuan untuk melancarkan proses LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban) pencairan DD dan ADD tahun 2025.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Kades di Bangsalsari Diduga Palsukan Tanda Tangan BPD dan Dan Dokumen Negara

Nur Hadi ketua BPD desa Karangsono, kepada wartawan menyatakan, bahwa tanda tangan dirinya bersama anggota BPD lainnya dipalsukan oleh kepala desanya.

Menurut Nur Hadi, tanda tangan dirinya dibubuhkan dalam berita acara rapat Perubahan APBDes 2025 tertanggal 13 Agustus 2025, padahal menurut Nur Hadi, pada tanggal tersebut tidak ada acara pertemuan Musdes.

“Di dokumen berita acara, tertanggal 13 Agustus ada pertemuan Musdes dimana undangan Musdes ada tanda tangan saya sebagai ketua BPD, padahal pada tanggal tersebut tidak ada acara Musdes, karena kami tahu, ada agenda besar di desa mulai tanggal 10 sampai 12 ada acara karnaval dan sound horeg, dan saya sebagai panitianya,” ujarnya.

Nur Hadi baru mengetahui ada tanda tangan dirinya di palsu saat acara Musdes pembahasan APBDes tahun 2026 beberapa waktu lalu.

Sementara Arul Fatah, saat dikonfirmasi menyatakan, bahwa apa yang dituduhkan padanya terkait pemalsuan tanda tangan ketua dan anggota BPD adalah tidak benar.

Fatah menjelaskan, bahwa Musdes Perubahan APBDes benar benar digelar dan dihadiri oleh perangkat desa, termasuk Nur Hadi, dimana Musdes digelar pada 26 Juli 2026. “Musdes digelar tanggal 26 Juli dan itu dihadiri oleh pak Nur Hadi, ini ada bukti foto dan pemberitahuan di group perangkat desa,” ujar Fatah sambil menunjukkan percakapan group perangkat desa.

Sedangkan berita acara perubahan APBDes dibuat tanggal 13 Agustus, karena memang untuk merekayasa tanggal, dimana kegiatan sebenarnya adalah tanggal 26 Juli.

“Kalau tanggal itu kami akui memang gak ada pertemuan, tanggal di berita acara memang rekayasa, sebab setelah tanggal 26, kami gak sempat membuat berita acara, karena banyak kegiatan, tapi kalau tanda tangan benar, yakni pas Musdes 26 Juli itu,” pungkasnya.

 

 

(Red)