Trenggalek, SuaraRakyat62.com – Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi, menegaskan bahwa Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser bukan sekadar kegiatan kaderisasi, melainkan menjadi proses strategis untuk membentuk kader yang disiplin, tangguh, berkarakter, serta memiliki komitmen kuat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Ketua DPRD Trenggalek: Diklatsar Banser Wajib Lahirkan Kader Berjiwa Patriot dan Nasionalis

Pernyataan tersebut disampaikan Doding saat membuka Diklatsar Banser ke-46 yang diselenggarakan PAC GP Ansor Satkoryon Banser Kecamatan Gandusari di Pondok Ngelo, Desa Sukorame, Kabupaten Trenggalek, Kamis (9/7/2026).

Dalam sambutannya, Doding menekankan bahwa setiap kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser) harus memiliki semangat pengabdian kepada agama, bangsa, dan negara. Menurutnya, Banser selama ini memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, memperkuat persatuan, serta mengawal keutuhan NKRI.

*”Yang harus dicamkan, Banser harus siap untuk berkhidmat kepada agama, bangsa, dan negara,”* tegas Doding.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek itu menilai Diklatsar merupakan tahapan penting dalam proses pembentukan kader Banser yang memiliki kedisiplinan, ketangguhan mental, serta kesiapan menjalankan tugas organisasi kapan pun dibutuhkan.

Ia menegaskan bahwa kader Banser tidak hanya dituntut memiliki kemampuan fisik, tetapi juga harus dibekali wawasan kebangsaan, jiwa patriotisme, dan nilai-nilai nasionalisme agar mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

Sebagai mantan Kasatkoryon Banser Kecamatan Karangan, Doding berharap seluruh peserta mengikuti setiap tahapan pendidikan dengan sungguh-sungguh sehingga mampu menjadi kader yang siap mengemban amanah organisasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, Banser memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga ulama, memperkuat ukhuwah, membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial maupun kemanusiaan, serta menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah di tengah kehidupan bermasyarakat.

Melalui Diklatsar Banser ke-46 ini, ia berharap lahir kader-kader yang tidak hanya memiliki loyalitas terhadap organisasi, tetapi juga berkomitmen menjaga persatuan bangsa, memperkuat semangat kebhinekaan, serta siap mengabdi kepada masyarakat dengan penuh tanggung jawab.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses kaderisasi GP Ansor dan Banser dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berintegritas, berjiwa nasionalis, serta mampu menjawab berbagai tantangan sosial dan kebangsaan di masa mendatang.

 

(Yoyok)