Pasuruan, SuaraRakyat62.com — Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus mendorong optimalisasi pelayanan publik melalui kebijakan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun 2025. Hal ini ditegaskan langsung oleh Bupati Pasuruan H. Rusdi Sutejo saat menyampaikan jawaban atas pandangan fraksi-fraksi dalam rapat paripurna DPRD, Senin, 28 Juli 2025.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
P-APBD 2025 Dorong Pelayanan Publik dan Kesejahteraan Rakyat

Dalam sambutannya, Bupati Rusdi menekankan bahwa arah kebijakan P-APBD tahun ini diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan publik, mendukung program prioritas nasional, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berterima kasih atas saran, masukan, dan kritik dari seluruh fraksi. Ini menjadi pemicu untuk memperkuat sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam mewujudkan Pasuruan yang maju dan merata,” ujar Rusdi di hadapan anggota dewan.

Menanggapi kritik Fraksi PKB soal Pendapatan Asli Daerah (PAD), Rusdi menjelaskan bahwa Pemkab akan terus menggali potensi PAD dari sektor-sektor strategis dan mempertahankan tren positif yang telah dicapai sebelumnya.

Sementara Fraksi PDI Perjuangan menyoroti soal efisiensi anggaran, yang ditanggapi Rusdi dengan rencana realokasi belanja ke sektor prioritas seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan sanitasi. Semua belanja tersebut diarahkan ke belanja modal agar langsung berdampak ke masyarakat.

Dari Fraksi Gerindra, apresiasi terhadap pengelolaan fiskal disambut Rusdi dengan menekankan pentingnya kerja kolektif dan sinergi lintas lembaga.

Bupati Rusdi juga menegaskan bahwa P-APBD disusun selaras dengan program prioritas nasional. Beberapa program pusat yang diperkuat antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Digital Merah Putih (KDMP), dan Sekolah Rakyat, yang dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat Pasuruan.

Menjawab sorotan Fraksi PKS soal isu kemiskinan dan pengangguran, Rusdi menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai strategi pengentasan, di antaranya pelatihan berbasis potensi lokal, penguatan UMKM, serta perluasan sektor padat karya.

Terakhir, terkait proyeksi pendapatan daerah yang dipertanyakan Fraksi Gabungan (NasDem, Demokrat, PPP, dan Gelora), Rusdi menegaskan bahwa estimasi telah disusun secara cermat, realistis, dan berbasis tren penerimaan tahun sebelumnya.

“Kami memastikan bahwa setiap rupiah anggaran digunakan secara efektif untuk memperkuat fondasi pembangunan dan pelayanan masyarakat,” tegasnya.

Dengan semangat kolaboratif, Bupati Rusdi Sutejo mengajak seluruh elemen legislatif dan masyarakat untuk bersatu dalam menjaga keberlanjutan pembangunan Pasuruan. P-APBD 2025 diharapkan menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat fondasi kesejahteraan rakyat.

 

 

Pewarta ; Apin